Berikutapa saja fungsi dari manajemen persediaan. 1. Mengantisipasi Kekurangan Persediaan Hal ini harus diperhatikan terutama bagi perusahaan yang berfokus dalam memproduksi barang. Meskipun pada umumnya supply bahan memang sudah pasti datang sesuai jadwal, langkah antisipasi tetap penting untuk dilakukan. Adapunfungsi manajemen logistik adalah sebagai berikut: 1. Fungsi Perencanaan dan Pemenuhan Kebutuhan. Logistics management berfungsi sebagai perancang dan penentu kebutuhan dari setiap program organisasi. Hal ini mencakup kegiatan analisis terkait produk yang akan dipakai, ketersediaan, dan skala prioritas. Faktoryang Mempengaruhi Logistik Faktor Pelayanan (Service) ini merupakan suatu tingkat pelayanan perusahaan dikonsumen. Faktor Biaya (Cost) ini merupakan sebuah biaya yang dihabiskan perusahaan untuk menangani pelayanan dikonsumen. Tujuan Logistik Adapun tujuan logistik diantaranya : 1. Tujuan Operasional Ada4 faktor dari program persediaan logistik, yaitu: 1. Kualitas pelayanan 2. Kualitas produk 3. Integrasi transportasi 4. Kinerja pesaing Persediaan material ada di sistem logistik untuk beberapa alasan berbeda daripada persediaan produk akhir. 4 aspek di bahas mengenai produk akhir tidak selalu berhubungan dengan persediaan material. 4. 12Berikut ini adalah tujuan dari manajemen logistik pipeline, kecuali a. Waktu respon yang lebih cepat b. Biaya yang lebih rendah c. Peningkatan variabilitas produk d. Kualitas yang lebih tinggi 13.Komponen utama dari Order Cycle Time (OCT), 3 diantaranya adalah a. Peramalan permintaan, perakitan pesanan, dan transportasi b. Kuncijawabannya adalah: B. pelajari tokoh. Menurut ensiklopedia, berikut adalah tahapan dalam persiapan menulis teks pidato, kecuali pelajari tokoh. Kemudian saya sarankan Anda untuk baca pertanyaan selanjutnya yaitu Jumlah rakaat shalat yang pertama kali diperintahkan Allah adalah waktu? beserta kunci jawabannya. Fungsiini adalah fungsi inti dari pengelolaan perlengkapan yang meliputi usaha untuk memonitor dan mnegemankan keseluruhan pengelolaan logistik. 2.2 Manajemen Persediaan Farmasi Rumah Sakit 2.2.1 Pengertian Persediaan Setiap perusahaan baik itu perusahaan jasa maupun manufaktur selalu memerlukan persediaan. Dilansirdari Encyclopedia Britannica, kerajaan banten dibawah kepemimpinan sultan ageng tirtayasa dapat berkembang menjadi bandar perdagangan dan pusat penyebaran agama islam.berikut adalah faktor-faktornya, kecuali didirikan oleh anak fathillah yaitu hasanuddin. Berikutini adalah beberapa faktor dari produksi kecuali A. Barang/Jasa B. Tenaga kerja C. Modal D. Kewirausahaan Berikut ini adalah beberapa faktor dari produksi k RM. Raya M. 25 Februari 2022 00:23. Pertanyaan. Berikut ini adalah beberapa faktor dari produksi kecuali A. Barang/Jasa B. Tenaga kerja C. Modal D. Kewirausahaan. Berikutini adalah persiapan sebelum menulis teks pidato, kecuali. a. Mengumpulkan bahan pidato. b. Menentukan topik yang tepat. c. Membuat kerangka pidato. d. Mengumpulkan pendapat . Jawaban yang benar adalah: D. Mengumpulkan pendapat vRPy. Jika berbicara perihal distribusi bisnis, logistik adalah bagian penting yang tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan saat hendak mengoperasikannya. Berikut ada informasi mengenai apa saja komponen yang harus ada dalam suatu sistem logistik. Arti Logistik Pada dasarnya, logistik adalah bagian dari supply chain yang mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan terhadap proses perpindahan, management dan pengadaan transportasi untuk kebutuhan distribusi. Logistik adalah aktivitas yang berfokus pada kegiatan pergerakan barang dari satu titik ke titik lainnya. Maka dari itu, umumnya logistik mencakup dua hal, yaitu transportasi dan pergudangan. Selengkapnya Memahami Pengertian Logistik Fungsi, Manfaat dan Tujuan Apa saja Kegiatan dalam Logistik? Sumber foto Dalam jurnal Manajemen Logistik di Giant Ekstra 2015 karya Novelia Utami dan Onny Fitriana Sitorus, kegiatan logistik memiliki tujuh tahapan penting, yaitu 1. Perencanaan2. Pengorganisasian3. Pengawasan4. Pengadaan5. Pencatatan atau inventarisasi6. Penyimpanan atau pergudangan7. Pendistribusian Komponen Sistem Logistik Sebagai bagian yang berperan penting dalam kelancaran distribusi suatu produk, maka logistik harus dijalankan dengan baik. Lantas, apa saja daftar komponen sistem logistik yang perlu diperhatikan? 1. Lokasi Fasilitas Logistik Komponen pertama yang harus ada dalam aktivitas logistik adalah lokasi fasilitas logistik. Yang mana, ini mencakup serangkaian lokasi dan material atau produk apa yang akan dibawa atau diangkut. Misalnya seperti fasilitas pabrik, gudang dan toko pengecer. Dengan adanya struktur jaringan lokasi yang baik dan strategis, perusahaan bisa mendapatkan banyak keuntungan, salah satunya efisiensi dalam proses distribusi logistik. Hasilnya, pelayanan yang baik kepada pelanggan pun bisa diberikan. 2. Transportasi Komponen sistem logistik selanjutnya adalah transportasi. Komponen ini cukup krusial karena berperan signifikan terhadap waktu pengiriman. Untuk itu, transportasi adalah hal penting lainnya yang harus diperhatikan dalam sistem logistik. Pada umumnya, suatu perusahaan memiliki dua alternatif untuk mendukung berbagai kemampuan alat transportasinya, yaitu – Membeli mobil angkutan barang dan menjadikannya aset perusahaan. – Menggunakan layanan sewa mobil pengiriman atau truk dari jasa angkutan barang seperti Kargo Tech. Dari segi transportasi, ada beberapa kualitas yang perlu diperhatikan untuk membuat sistem logistik yang terorganisir dan lebih baik, diantaranya perihal biaya, kecepatan, dan konsistensi pengiriman. 3. Manajemen Pengadaan Persediaan Tidak hanya menyediakan fasilitas lokasi yang memadai dan transportasi yang mendukung, pengadaan material juga menjadi salah satu komponen sistem logistik. Pengadaan ini mencakup suatu produk matang atau produk jadi. Dengan mengetahui jumlah bahan baku yang dibutuhkan dalam produksi barang, maka bisnis bisa mempertahankan jumlah jadwal produksi dengan suatu komitmen minimal dari pengadaan persediaan. 4. Komunikasi Dalam sistem logistik, komunikasi adalah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan. Sistem yang berjalan baik tapi komunikasinya berjalan buruk, bisa berpotensi menimbulkan masalah dan menghambat proses logistik. Informasi yang didapat dari proses logistik erat kaitannya dengan integrasi dari fasilitas, transportasi, serta persediaan perusahaan. Maka dari itu, di sinilah komunikasi berperan. Dengan informasi dan komunikasi yang baik, bisnis bisa lebih peka jika suatu saat terjadi gangguan. 5. Penyimpanan Di tahap akhir, ada komponen sistem logistik yang tidak kalah penting yaitu penyimpanan. Komponen ini mencakup beberapa aktivitas yang berkaitan dengan operasional logistik seperti pengemasan, pengepakan serta pergerakan. Seluruh kegiatan yang menjadi bagian dari proses penyimpan ini haruslah terintegrasi dengan baik dan efektif. Baca Juga Logistik adalah Bagian Penting dalam Perusahaan, Ini Tantangan dan 4 Perannya Syarat Sistem Logistik yang Baik Selain dari segi komponen yang membangunnya, apa saja syarat sebuah sistem logistik bisa berjalan dengan baik? 1. Layanan Pengguna Logistik adalah kegiatan yang cukup erat kaitannya dengan bagaimana kualitas suatu produk diterima. Untuk itu, sistem logistik bisa dikatakan baik, apabila layanan pengguna yang diberikan sangat memudahkan. Seperti memberi update informasi dengan sigap atau menanggulangi masalah yang terjadi di lapangan sesegera mungkin karena biasanya logistik sangat mengandalkan waktu dan kecepatan. 2. Detail Proses logistik itu kompleks, ada banyak tahapan yang perlu dilalui dan komponen yang diperhatikan seperti yang sudah disebutkan di atas tadi. Maka dari itu, sistem logistik bisa berjalan dengan baik apabila seluruh kegiatan dilakukan dengan tahapan yang sesuai dan memperhatikan detail. 3. Legalitas Untuk memberikan rasa keamanan dan kepercayaan yang besar kepada konsumen, maka suatu bisnis perlu memastikan sistem logistik berjalan sesuai aturan. Salah satunya dengan memastikan adanya legalitas yang mumpuni guna mengurangi kekhawatiran pengguna. Baca Juga Mengenal Perusahaan Logistik dan Apa Manfaatnya untuk Bisnis Anda Logistik adalah Bagian Penting yang Mempengaruhi Bagaimana Pengalaman Pelanggan Sumber foto Dari syarat-syarat yang sudah disebutkan di atas, dapat terlihat bahwasannya logistik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Yang mana, pengalaman pelanggan yang luar biasa tidak hanya memuaskan klien, tetapi juga, meningkatkan pendapatan bisnis. Pelanggan yang puas akan memberi tahu teman, keluarga, kolega, dan kontak mereka yang kemudian akan mempertimbangkan untuk menggunakan produk atau layanan jasa Anda. Untuk itu, pada dasarnya, konsumen Anda mungkin tidak akan peduli bagaimana Anda membuat, memasarkan produk atau masalah apa saja yang Anda hadapi. Mereka hanya peduli tentang menerima produk mereka dengan cepat dan dalam kondisi baik, sehingga ini bisa menjadi tantangan bagi setiap pelaku bisnis. Ketika sistem logistik Anda gagal menyiapkan pesanan dengan cepat untuk fulfillment atau pengiriman, klien dibiarkan menunggu. Hal ini bisa berakibat buruk karena akan mengarahkan mereka untuk menemukan layanan dari produk atau jasa lainnya. Lantas, bagaimana memberikan layanan logistik yang optimal? Dalam segi transportasi, serahkan hal itu bersama Kargo Tech! Optimalkan Sistem Logistik Bisnis Anda bersama Kargo Tech Kargo Tech adalah penyedia jasa sewa truk yang akan memudahkan proses distribusi dan logistik bisnis Anda. Dengan menyediakan beragam pilihan jenis truk sesuai kapasitas, segala jenis pengiriman bisa disesuaikan dan dilakukan, baik dalam kota Jabodetabek, antar kota hingga antar pulau. Transportasi menjadi salah satu komponen penting dalam suatu sistem logistik. Perannya cukup krusial dan berdampak signifikan terhadap kecepatan pengiriman dan pemenuhan produk bisnis. Dengan melakukan upaya terbaik dalam proses transportasi, bisnis pun berjalan lebih lancar. Kepuasan dan kepercayaan pelanggan bisa didapat, dan keuntungan pun bisa semakin maksimal. Kargo berkomitmen untuk membantu berbagai unit bisnis dengan menghadirkan layanan pengiriman yang tidak hanya lengkap tetapi juga harga yang kompetitif. Hubungi kami segera di sini untuk proses logistik yang lebih optimal! Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Manajemen Logistik Adalah Pengertian, Fungsi, dan Komponen di Dalamnya Manajemen Logistik Adalah Pengertian, Fungsi, dan Komponen di Dalamnya Pada dasarnya, manajemen logistik adalah sebuah penerapan pada berbagai prinsip manajemen dalam aktivitas logistik untuk menggerakan personil dan barang agar bisa dilakukan secara lebih efisien dan lebih efektif. Pengertian lain dari manajemen logistik adalah suatu bagian dari upaya supply chain management yang mempunyai fungsi penting untuk proses pelaksanaan, perencanaan, serta pengendalian efektivitas dan efisiensi penyimpanan serta distribusi barang, pelayanan, serta informasi hingga pada suatu tutuk konsumsi agar bisa memenuhi kebutuhan para konsumen. Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa manajemen logistik adalah seluruh aktivitas yang erat kaitannya dengan pengelolaan logistik. Menurut Para Ahli, Manajemen Logistik Adalah Abbas Abbas menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah suatu prosedur aktivitas fungsional dalam mengelola material yang mencakup berbagai kegiatan perencanaan serta penentuan kebutuhan, anggaran pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian, pemeliharaan, penghapusan, hingga pengendaliannya. Subagya Subagya berpendapat bahwa manajemen logistik adalah berbagai aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi daya guna efisiensi yang maksimal dalam rangka memanfaatkan produk barang dan jasa. Siahaya Siahaya mengatakan bahwa manajemen logistik adalah suatu bagian dari manajemen rantai pasok atau Supply chain management yang di dalamnya melakukan perencanaan, melaksanakan, serta mengendalikan arus barang secara lebih efektif dan efisien yang mencakup transportasi, distribusi, penyimpanan, jasa layanan, serta informasi terkait mulai dari mana barang tersebut berasal hingga tiba di tempat konsumen untuk bisa memenuhi keperluannya. The Council of Logistics Management CLM The Council of Logistics Management menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah suatu bagian dari prosedur supply chain yang berguna untuk melaksanakan, mengendalikan dan merencanakan keefektifan serta keefisienan aliran penyimpanan suatu produk barang, pelayanan, serta informasi terkait dari mulai awal hingga tiba di konsumen guna memenuhi keperluan mereka. Bowersox Bowersox menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah kegiatan perusahaan yang erat kaitannya dengan fasilitas, lokasi, transportasi, komunikasi, pengurusan, inventarisasi, hingga penyimpanan. Baca juga Manajemen Komunikasi Pengertian Menurut Ahli, Tujuan, Fungsi dan Bentuknya Fungsi Manajemen Logistik Dalam proses penerapannya, manajemen logistik mempunyai berbagai fungsi penting yang akan selalu berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah fungsi-fungsi manajemen logistik. 1. Perencanaan dan Pemenuhan Kebutuhan Dalam hal ini, manajemen logistik berfungsi sebagai perencanaan dan juga penentu keperluan dari setiap program organisasi. Hal tersebut meliputi aktivitas analisa produk yang digunakan, skala prioritas, hingga ketersediaan produk. Aktivitas perencanaan ini harus selalu memperhatikan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan, faktor ketersediaan, hingga kemudahan dalam mengakses suatu barang. 2. Penganggaran Fungsi penganggaran dalam manajemen logistik adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan pengadaan barang sudah sesuai dengan anggaran yang dimiliki perusahaan. Apabila biaya anggaran logistik tersebut ternyata tidak sesuai, maka harus dilakukan perubahaan pada perencanaannya. 3. Fungsi Pengadaan Manajemen logistik pada dasarnya memang lebih fokus pada pengadaan barang dan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Saat ada ketidaksesuaian anggaran dan menjadi sulit dalam mengubah perencanaan, maka pihak manajemen logistik harus melakukan improvisasi dalam mengelola kegiatan logistik dengan budget yang terbatas. 4. Penyimpanan dan Penyaluran Fungsi manajemen logistik dalam menyimpan dan menyalurkan adalah suatu proses yang mana suatu produk barang sudah diperoleh pada tempat yang memang sudah seharusnya. Nantinya barang tersebut akan disalurkan ke pihak lain yang berkepentingan sesuai dengan SOP perusahaan. 5. Pemeliharaan Dalam hal ini, manajemen logistik juga meliputi seluruh pemeliharaan barang. Umumnya, tujuan dari pemeliharaan barang logistik adalah guna memastikan produk barang yang tersimpan tidak menjadi cepat rusak. 6. Penghapusan Dalam proses aktivitas manajemen logistik juga terdapat aktivitas penghapusan. Fungsi penghapusan dilakukan untuk memisahkan barang yang sudah rusak, memperbaikinya, atau menggantinya dengan yang sesuai. 7. Pengendalian Manajemen logistik juga berfungsi sebagai pengendalian, yang mana akan dilakukan oleh seorang manajer logistik dengan tahapan yang sesuai dengan berbagai fungsi yang sudah disebutkan di atas. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh fungsi logistik bisa dilakukan sesuai dengan yang memang diharapkan. Tujuan Manajemen Logistik Berdasarkan beberapa fungsi manajemen logistik yang sebelumnya sudah kita bahas bersama, tujuan manajemen logistik adalah 1. Tujuan Umum Tujuan utama dari aktivitas manajemen logistik pada dasarnya adalah untuk bisa fokus pada pencapaian tujuan organisasi agar bisa lebih efisien dan efektif. 2. Tujuan Khusus Setidaknya terdapat tiga tujuan khusus dalam kegiatan manajemen logistik. Pertama, agar persediaan barang bisa dilaksanakan dengan kuantitas dan kualitas yang benar. Kedua, agar pengeluaran dana untuk tujuan pengadaan bisa dilakukan lebih efisien. Ketiga, guna mendukung dan juga menjaga efisiensi serta efektifitas guna mencapai tujuan utama perusahaan. Manfaat Manajemen Logistik Dengan menerapkan manajemen logistik yang baik, maka akan banyak manfaat yang akan dirasakan oleh suatu perusahaan. Beberapa manfaat manajemen logistik adalah 1. Persediaan Hadirnya manajemen logistik yang baik akan mampu ketersediaan barang sehingga seluruh kegiatan operasional perusahaan bisa dilakukan dengan lancar. 2. Transportasi Aktivitas logistik pasti akan memerlukan alat transportasi, sehingga pihak perusahaan yang sudah menerapkan manajemen logistik yang baik akan mampu memastikan adanya transportasi untuk proses penyaluran barang. 3. Fasilitas Terdapat berbagai fasilitas logistik yang diperlukan agar seluruh aktivitas logistik bisa dilakukan dengan lancar. Dengan menerapkan manajemen logistik, maka pihak perusahaan akan mengetahui fasilitas apa saja yang diperlukan untuk mendukung aktivitasnya. 4. Layanan Hal penting yang harus diperhatikan bagi setiap perusahaan adalah memberikan pelayanan yang baik pada pelanggannya. Namun, pelayanan tersebut juga tidak hanya fokus pada konsumen saja, tapi bisa juga pada pihak lain, seperti supplier. 5. Manajemen dan Administrasi Setiap kegiatan manajemen pastinya akan selalu didukung dengan aktivitas administrasi agar setiap kegiatan bisa dipastikan tercatat secara baik dan teratur, sehingga seluruh informasi kegiatan logistik bisa ditemukan secara mudah jika nantinya dibutuhkan. 6. Inbound Transportasi Manfaat manajemen logistik pada inbound transaksi dilakukan untuk menangani distribusi barang dan bahan baku dari pihak pemasok ke perusahaan. Perusahaan akan berpotensi mendapatkan kerjasama yang baik dengan pihak pemasok yang mempunyai kualitas bahan baku dan kualitas terbaik dengan menerapkan manajemen persediaan yang baik. 7. Outbound Transportasi Aktivitas manajemen logistik akan menangani distribusi yang baik dari pihak perusahaan ke pihak konsumen dan mampu memastikan pengantaran barang bisa dilakukan dengan baik. 8. Pemecahan Masalah Setiap proses penyediaan barang pasti akan ada saja masalah yang bisa terjadi. Dengan menerapkan manajemen logistik, maka setiap permasalahan tersebut bisa diatasi dan juga diantisipasi dengan cepat, tepat, dan akurat. 9. Informasi Kepada Konsumen Biasanya, setiap konsumen ada saja yang melakukan tracking pada pengiriman barang yang dipesannya. Dengan hadirnya manajemen logistik yang baik, maka penyampaian informasi tentang distribusi suatu barang akan bisa dilakukan secara lebih rapi. 10. Kepercayaan dari Konsumen Tingkat kepercayaan konsumen yang lebih besar kepada perusahaan akan hadir jika ada pelayanan terbaik, baik itu dalam hal penyampaian informasi, ketepatan waktu, serta pelayanan yang baik. Hal tersebut akan berujung pada timbulnya loyalitas konsumen pada suatu brand. Komponen Manajemen Logistik Bowersox berpendapat bahwa aktivitas logistik bisa berjalan dengan baik jika didukung dengan berbagai komponen pada sistem logistik yang baik pula. Beberapa komponen manajemen logistik tersebut adalah Struktur Lokasi Fasilitas Hadirnya jaringan fasilitas dalam suatu perusahaan adalah serangkaian lokasi dimana dan dengan apa material atau produk akan dibawa atau diangkut. Untuk bisa mencapai tujuan perencanaan, berbagai fasilitas tersebut mencakup pabrik, gudang, serta toko pengecer. Apabila menggunakan jasa khusus dari perusahaan kurir atau gudang, maka fasilitas tersebut tentu akan menjadi bagian yang sangat penting dari jaringan kerja. Transportasi Terdapat satu hal yang diperlukan untuk menyelesaikan pengangkutan, yaitu kecepatan pelayanan transport. Kecepatan ini erat kaitannya dengan transport yang bisa memberikan pelayanan yang cepat dengan harga yang tinggi, selain itu pelayanan yang lebih cepat juga akan lebih mampu memotong waktu produksi barang. Persediaan Pengadaan material yang dilakukan dengan sistem logistik untuk alasan yang berbeda dengan pengadaan suatu produk matang atau produk jadi. Dengan memanfaatkan tahapan waktu MRP, maka tujuan terpentingnya adalah guna mempertahankan jumlah jadwal produksi dengan suatu komitmen minimal dari pengadaan persediaan. Komunikasi Komunikasi adalah suatu aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dalam sistem logistik. Kecepatan proses informasi juga sangat erat kaitannya dengan integrasi dari fasilitas, transportasi, serta persediaan perusahaan. Suatu perusahaan akan semakin peka pada gangguan arus informasi jika desain sistem logistik yang diterapkan di dalamnya lebih efisien. Penanganan dan Penyimpanan Penanganan serta penyimpanan mencakup pergerakan, pengemasan,dan pengepakan. Untuk itu, semakin sedikit produk yang ditangani, maka akan semakin terbatas atau lebih efisien pula arus total fisiknya. Apabila diintegrasikan secara lebih efektif, maka penangan ini akan mampu mengurangi masalah dengan kecepatan dan kemudahan dengan adanya sistem tersebut. Baca juga Pengertian Koordinasi Tujuan, Jenis, dan Ruang Lingkup Koordinasi Penutup Berdasarkan penjelasan yang sudah kita bahas bersama diatas, maka bisa kita simpulkan bahwa manajemen logistik adalah seluruh aktivitas yang erat kaitannya dengan pengelolaan logistik. Aktivitas ini sangat penting untuk perusahaan dengan skala kecil maupun besar agar bisnisnya bisa terus maju atau berkembang. Namun, untuk bisa terus maju dan berkembang, perusahaan tidak hanya bisa berfokus dalam menerapkan manajemen logistik, karena ada manajemen pemasaran dan manajemen keuangan yang juga harus diperhatikan. Nah, untuk memudahkan Anda dalam melakukan manajemen keuangan, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link Tujuan Hingga Komponen Sistem Manajemen Logistik Sistem manajemen logistik menjadi bagian dari prinsip manajemen khususnya di bidang logistik. Dengan adanya sistem ini maka diharapkan agar proses operasional perusahaan bisa berjalan dengan efektif. Manajemen logistik sendiri pada dasarnya merupakan bagian dari upaya supply chain management yang memiliki peran utama khususnya dalam melaksanakan proses perencanaan dan pelaksanaan serta pengendalian penyimpanan dan distribusi produk barang. Agar aktivitas ini bisa berjalan secara efektif dan efisien. Lebih lanjut berikut penjelasannya. Adapun sistem manajemen logistik umumnya dipilih perusahaan untuk beberapa tujuan penting. Misalnya yaitu tujuan yang tertera berikut ini. Mencapai target perusahaan Pada dasarnya sistem manajemen logistik yang dijalankan oleh suatu perusahaan memiliki tujuan tersendiri. Adapun tujuan umum dari sistem yang digunakan dalam menjalankan manajemen logistik ini adalah untuk membantu perusahaan dalam mencapai target atau tujuan atau sasaran. Jadi manajemen logistik akan terus berupaya untuk lebih berfokus pada pencapaian tujuan perusahaan. Mengadakan persediaan barang Dalam mencapai target perusahaan tentunya bagian logistik dari suatu perusahaan terus berupaya untuk mengadakan persediaan barang. Pengadaan persediaan barang ini haruslah dilaksanakan dengan benar. Upaya ini bisa dilakukan dengan memastikan kuantitas dan kualitas barang. Selain itu segala upaya perlu dilakukan untuk dapat mendukung proses pengadaan barang secara lebih efektif dan efisien. Menjaga efisiensi dan efektivitas perusahaan Tujuan lainnya dari manajemen logistik adalah untuk menjaga atau mempertahankan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pengadaan barang harus diupayakan agar efektif dan efisien. Demikian pula dengan proses lainnya yang berkaitan dengan logistik. Dalam hal ini sistem manajemen logistik haruslah bisa melakukan aktivitas untuk mencapainya. Fungsi Dari Sistem Manajemen Logistik Melakukan manajemen logistik yang baik tentu saja mendatangkan banyak manfaat. Lebih lanjut, berikut ini fungsi dari sistem manajemen logistik yang dilakukan secara teratur. Fungsi perencanaan Sistem manajemen logistik pada dasarnya memiliki beberapa macam fungsi dan salah satunya adalah fungsi perencanaan. Dalam hal ini manajemen logistik berfungsi untuk menentukan produk yang akan digunakan beserta skala prioritas serta ketersediaannya. Di samping itu dalam menjalankan fungsi ini tentunya juga perlu memperhatikan anggaran agar bisa sesuai dengan budget perusahaan. Fungsi penganggaran Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa sistem yang ada pada manajemen logistik haruslah bisa memperhatikan anggaran. Dalam hal ini fungsi penganggaran perlu dijalankan sehingga biaya untuk mencukupi kebutuhan logistik bisa terpenuhi. Selain itu pengadaan barang nantinya bisa sesuai dengan budget yang memang telah disediakan oleh perusahaan. Fungsi pengadaan Fungsi pengadaan sebagai salah satu fungsi dari sistem manajemen logistik memiliki makna adanya fokus yang lebih terhadap pengadaan barang. Tentunya pengadaan barang haruslah disesuaikan dengan budget atau anggaran yang memang telah dibuat. Namun jika memang suatu kondisi tertentu menyebabkan pengadaan barang tidak sesuai dengan perencanaan maka sudah pasti pihak manajemen harus melakukan improvisasi dalam mengelola logistik. Fungsi penyimpanan Mengenai fungsi penyimpanan dari pihak manajemen logistik umumnya berkaitan dengan pengelolaan barang yang disimpan dan akan disalurkan. Penyimpanan barang harus dilakukan dengan tepat misalnya di tempat yang memang telah disediakan oleh perusahaan. Tempat penyimpanan barang juga harus aman sehingga kondisi barang saat keluar dari tempat penyimpanan sama baiknya dengan kondisi barang saat masuk ke tempat penyimpanan. Fungsi pemeliharaan Yang dimaksud dengan fungsi pemeliharaan oleh pihak manajemen logistik pada dasarnya meliputi seluruh aktivitas yang dapat memelihara barang sehingga barang aman dan dalam kondisi baik. Sebenarnya tujuan dari pemeliharaan barang sendiri adalah untuk memastikan bahwa barang yang tersimpan dalam tempat penyimpanan tidaklah sampai rusak. Fungsi penghapusan Satu lagi fungsi dari manajemen logistik yang ada pada perusahaan adalah fungsi penghapusan. Fungsi yang satu ini berhubungan dengan aktivitas dari pihak manajemen untu memisahkan barang yang telah rusak. Nantinya barang yang telah rusak bisa diperbaiki agar bisa memiliki nilai jual lebih seperti nilai barang lainnya. Atau barang yang rusak juga bisa diganti dengan barang yang memang sesuai. Fungsi pengendalian Terakhir ada pula fungsi pengendalian yang juga menjadi bagian dari manajemen logistik. Fungsi ini dilakukan oleh pihak manajemen logistik tentunya melalui seluruh jenis aktivitas yang sesuai dengan seluruh fungsi yang telah disebutkan di atas. Fungsi pengendalian ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa fungsi logistik secara keseluruhan nantinya bsia sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Komponen Sistem Manajemen Logistik Dalam mengelola sistem manajemen logistik yang baik diperlukan beberapa komponen utama pendukung hal tersebut. Biasanya hal ini terkendali pada sistem dan aplikasi inventory yang terintegrasi. Adapun untuk mewujudkan sistem yang tepat tersebut, berikut ini beberapa komponen utama yang mendukungnya. Jaringan fasilitas Seluruh aktivitas logistik tentunya dapat berjalan dengan baik jika di dalamnya terdapat komponen yang dapat mendukungnya. Misalnya saja seperti jaringan fasilitas yang menjadi salah satu komponen bagi manajemen logistik. Hal ini meliputi pabrik dan gudang serta toko pengecer yang tentunya kesemuanya ini menjadi fasilitas penting bagi sistem manajemen logistik. Layanan transport Selain itu terdapat pula komponen transportasi yang sudah pasti diperlukan dengan tujuan sebagai media atau alat pengangkutan barang. Dengan adanya transportasi inilah nantinya kecepatan pelayanan pada pelanggan bisa terjamin sehingga perusahaan dapat memuaskan pelanggan. Pengadaan material Komponen lainnya dari manajemen logistik yang turut berpengaruh pada kinerja sistem dari manajemen logistik itu sendiri adalah pengadaan material. Umumnya pengadaan material ini berkaitan dengan pengadaan produk jadi. Pengadaan material ini juga berhubungan dengan proses penetapan jadwal produksi sehingga persediaan selalu ada. Proses komunikasi Hal lain yang juga menjadi komponen dalam manajemen logistik adalah proses komunikasi yang sudah pasti merupakan aktivitas yang tak bisa dipisahkan dari suatu sistem logistik. Komunikasi dalam hal ini tentunya juga meliputi seluruh aktivitas dalam memberi informasi agar bisa berjalan secara lebih efisien. Selain itu proses komunikasi juga berkaitan dengan arus informasi itu sendiri yang harus didesain dengan tepat agar dapat mendukung sistem logistik. Penyimpanan Selanjutnya ada pula komponen lainnya yang juga perlu diketahui adalah komponen penyimpanan yang tak kalah pentingnya dari komponen logistik lainnya. Penyimpanan ini mencakup beberapa aktivitas seperti pergerakan dan pengemasan serta pengepakan. Seluruh kegiatan yang menjadi bagian dari proses penyimpan ini sudah seharusnya terintegrasi dengan baik dan secara efektif. Sistem manajemen logistik dengan segala fungsi dan komponen serta tujuannya seperti yang telah tertera di atas diharapkan agar bisa menambah wawasan pada Anda sekalian. Khususnya bagi Anda yang berencana untuk bergelut di bidang logistik sehingga Anda bisa lebih paham lagi mengenai sistem yang ada. Aktivitas dalam sistem yang digunakan pada suatu manajemen logistik tentunya sangat penting untuk kelangsungan perusahaan. Untuk mempermudah proses manajemen logistik kini Anda bisa menggunakan bantuan software terbaik agar sistem manajemen logistik bisa berfungsi secara maksimal.